Tips Berkendara di Kala Banjir

Posted in Otomotif on October 28, 2008 by Reno

Sebisa mungkin kita tidak melewati genangan air atau banjir, itu udah pasti he..he..he… Tapi ada kalanya kita tidak mempunyai pilihan yang menyenangkan. Pilihannya hanya melewati banjir atau menunggu banjir itu surut atau malahan kita telah terjebak di tengah banjir.

)

Mesin mobil tidak mati loh ini 🙂

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan :

  1. Kenalilah kendaraan anda, ya kenalilah kendaraan anda, cari tahu letak distributor pengapian, intake karburator dan  letak busi. Dari ketiga tersebut yang letaknya terendah adalah sebagai acuan titik tertinggi genangan air yang dapat dilewati oleh mobil anda. Paham sampai disini?
  2. Saat melewati genangan air, Setelah dipastikan genangan air dapat dilewati maka pada saat memasuki genangan adalah usahakan menjaga jarak dari kendaraan yang didepan, berilah cukup jarak agar anda tidak perlu terjebak sehingga anda tidak perlu menginjak kopling untuk memindahkan perseneling. Masukan di gigi terendah (gigi satu) lalu lepas kopling dan jaga rpm mobil anda sekitar 1500-2000 (motor bensin) untuk diesel gak tau soalnya gak pernah pake motor diesel :D. Usahakan jangan menginjak kopling, karena bila anda injak kopling maka kopling akan slip dan mobil tidak mau bergerak. “Lah lalu gimana kalo tiba-tiba kendaraan di depan kita berhenti?”. Kan sudah dikasih tau tadi jaga jarak, sebisa mungkin menghindar ke kanannya atau kekiri motor tersebut. “Lah kalo gak bisa?”. Tidak perlu panik, Injak rem, lalu injak kopling dengan cepat dan langsung masukan persneling ke netral lalu cepat lepaskan kopling dan tahan rpm mesin tetap stabil di 1500-2000 rpm (injak gas). Lalu bila sudah ada jarak untuk bergerak injak kopling masukan persneling angkat kopling dengan cepat. Lewatilah genangan air dengan tenang :). Bila telah melewati banjir, cobalah rem berulang kali untuk mempercepat proses pengeringan pada kampas rem mobil anda. Biasanya daya cengkram rem akan berkurang bila kampas rem masih basah.
  3. “Bagaimana kalo tiba2 mesin mati di tengah genangan air?”, he..he.. berarti apes banget tuh :D, tetaplah tenang, jangan mencoba menstater mobil anda untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, karena ditakutkan air masuk ke ruang bakar sehingga bisa meyebabkan water hammer. Cobalah minta bantuan orang sekitar untuk mendorong mobil anda ke tempat bebas genangan air. Ingat jangan panik, tetap konsen akan hal-hal yang tidak diinginkan seperti memperhatikan lingkungan sekitar, ditakutkan terjadi pencurian barang-barang di dalam mobil anda. Bila sudah di tempat aman periksalah oli mesin apakah tercampur dengan air, tanda-tanda oli tercampur dengan air adalah berwarna coklat susu dan keruh, bila hal ini terjadi segeralah ganti oli mesin terdahulu. Bila olie tidak terkontaminasi dengan air maka hal selanjutnya adalah memeriksa pengapian yaitu busi dan distributor padtikan tidak basah, bila basah coba dikeringkan. Bila sudah yakin kering cobalah starter kembali. Bila belum hidup juga, coba periksa sekali lagi, bila belum hidup juga, hmm silahkan bawa bengkel terdekat 😀
  4. Hal-hal yang perlu dilakukan bila telah melewati genangan banjir yang cukup tinggi.
    – Ganti oli persneling, oli Gardan, Oli transfer (untuk kendaraan 4×4).
    – Bila perlu ganti juga oli mesin beserta filternya
    – Bersihkan kotoran-kotoran yang melekat pada bagian-bagian mesin mobil terutama radiator
       karena kan menghambat aliran udara untuk pendingan.
Advertisements

Foto yang Bagus Seperti apa sih?

Posted in Fotografi, Fotografi Dasar on April 28, 2009 by Reno

Dalam suatu acara hunting bareng temen-temen banyak yang nanya eh enaknya pakai speed berapa ya? difragma berapa ya? Selalu kujawab ya terserah , kamu maunya mau seperti apa hasil fotonya?.  Karena akan susah untuk membuat foto bagus seperti selerang orang, karena foto yang bagus untuk orang lain belum tentu bagus untuk aku. Aku lebih suka buatlah foto seperti yang kamu mau. Nah untuk membuat foto yang seperti yang kita mau, mau tidak mau teknis sangat memegang peranan penting. Sering aku mendengar bahwa teknis tidak begitu penting. Hmmm… suatu jawaban yang aku kira kurang masuk akal. Apapun yang kamu lakuan dalam pemotretan tidak terlepas dari sisi teknis. Meskipun kamu menggunakan program “P” tapi disana kita juga harus kompensasi EV +1 atau -1 atau 0, nah hal itu kan termasuk teknis juga.  Mengapa kalo obyek yang kita foto banyak berwarna gelap harus kita set -1 atau-2 sedangkan untuk obyek yang banyak berwarna putih kok malah kita +1 atau +2. Hal-hal seperti ini apa tidak termsuk dalam teknis?

Memang dalam pemotretan kita banyak menggunakan rasa, tapi untuk menyampaikan rasa ke hasil foto mutlak diperlukan teknik pemotretan yang mumpuni.  Saya bukan fotografer yang canggih, saya masih dalam proses belajar yang sangat panjang dan tidak ada habisnya. Tapi sangat disayangkan apabila sisi teknis pemotretan disangkal, karena semuanya baik secara sadar maupun tidak sadar pasti mempelajari sisi-sisi teknis pemotertan.

Nah kembali lagi ke Foto yang bagus seperti apa adalah foto yang yang sesuai dengan yang kamu inginkan / kamu rencanakan.  Dimana kita mempelajari teknis pemotretan? baca manual book, tanya temen, hunting lah selalu atau dari kursus-kursus atau workshop.

Perlukah Menggunakan Flash di Siang Hari ?

Posted in Fotografi on November 2, 2008 by Reno

Seorang teman pernah mengatakan kepada saya, ” ngapain lo nyalakan flash, kan siang hari gini?”

Lalu aku menerangkan dengan sedikit agak ngawur he..he. maklum belajar fotografi secara otodidak. Pertanyaan diatas juga memiliki jawaban yang sama seperti ” gimana seh moto orang di cuaca cerah kok langitnya keliatan tapi orangnya kok gelap (under exposure), atau orangnya keliatan seh tapi kok langitnya (background) terlihat putih sekali (over exposure), aku pengennya orangnya keliatan tapi backgroundnya juga keliatan?”. Caranya bisa beragam, tapi salah satunya adalah gunakan Flash sebagai pengisi cahaya pada orang.

Foto diatas diambil dengan menggunakan kamera Nikon D70 internal Flash, f4, speed 1/500 filter CPL dan lensa Tokina 12-24

Usahakan menggunakan Manual program, ukur dulu metering pada background, disini saya lebih suka merubah ukuran speed (perhatikan max sync flash anda), lalu hajar objek dengan flash.

Selamat Mencoba 🙂